POLEMIK REGISTRASI TIM VOTER PSSI KERINCI
- account_circle Kepala Redaksi
- calendar_month Kam, 3 Sep 2026
- visibility 90
- comment 0 komentar

Kipasnews.com.KERINCI – Polemik registrasi tim voter PSSI Kerinci perlu menjadi perhatian bersama. Pendataan ulang tim tentu boleh dilakukan, tetapi jangan sampai proses tersebut justru menghilangkan hak tim yang sebelumnya telah terdaftar dan memiliki kedudukan sebagai bagian dari PSSI tanpa dasar dan mekanisme yang jelas.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah ketika tim-tim lama yang sebelumnya terdaftar sebagai voter justru dikeluarkan atau tidak diakui, sementara kepengurusan yang sekarang juga lahir melalui proses pemilihan yang melibatkan hak suara dari tim-tim tersebut.
Kalau tim yang memiliki hak pilih hari ini bisa begitu saja “ditendang”, maka wajar muncul pertanyaan:
Dari mana legitimasi kepengurusan yang sekarang, jika suara dari pihak-pihak yang sebelumnya memiliki hak memilih justru kemudian tidak diakui?
Kami tidak mempersoalkan pendataan. Kami juga tidak menolak adanya pembaruan administrasi. Namun, pendataan harus berdasarkan aturan, bukan berdasarkan keputusan sepihak.
Yang lebih menjadi persoalan adalah apabila kriteria tim baru dan lama justru mengacu kepada tim yang pernah mengikuti Bupati Cup I, sementara status sebagai tim yang terdaftar di PSSI dan status sebagai peserta turnamen merupakan dua hal yang berbeda.
Tim peserta Bupati Cup tidak otomatis sama dengan tim yang memiliki hak sebagai voter PSSI.
Jika memang ada perubahan kriteria voter, maka harus dijelaskan secara terbuka:
* Apa dasar hukum dan regulasinya?
* Siapa yang menetapkan kriteria tersebut?
* Apa syarat tim untuk menjadi anggota/voter?
* Mengapa tim yang sebelumnya terdaftar kemudian tidak diakui?
* Bagaimana mekanisme keberatan atau klarifikasi bagi tim yang dikeluarkan?
* Apakah ada keputusan tertulis yang menjadi dasar perubahan tersebut?
Statuta PSSI menegaskan adanya hak anggota untuk memperoleh perlakuan yang sesuai aturan serta menggunakan hak pilih secara bebas. Karena itu, status dan hak anggota semestinya tidak ditentukan secara serampangan.
TRANSPARANSI JUGA HARUS BERLAKU PADA REGISTRASI DAN ANGGARAN
Selain persoalan voter, kami juga mempertanyakan transparansi pengelolaan registrasi tim dan anggaran yang dipungut kepada klub/tim.
Registrasi itu untuk apa?
Berapa besar biaya yang dipungut?
Dasar penetapan biayanya apa?
Dan yang paling penting, dana tersebut digunakan untuk apa dan dipertanggungjawabkan kepada siapa?
PSSI Kerinci harus terbuka kepada seluruh tim. Jangan sampai klub hanya diminta membayar dan memenuhi administrasi, tetapi tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai dasar, manfaat, serta pertanggungjawaban dari biaya tersebut.
Apalagi jika benar kepengurusan PSSI Kerinci saat ini belum dilantik atau dikukuhkan secara resmi, maka persoalan kewenangan dan legalitas dalam mengambil keputusan yang berdampak terhadap hak anggota harus dijelaskan secara terbuka.
Kami berharap PSSI Kerinci jangan kaku dan jangan mengambil langkah ujug-ujug tanpa dasar yang jelas.
Mari buka regulasinya.
Mari buka data voternya.
Mari buka dasar penetapannya.
Mari transparan mengenai biaya registrasinya.
Kami bukan menolak pembenahan. Kami justru mendukung pembenahan PSSI Kerinci. Tetapi pembenahan harus dilakukan berdasarkan aturan, legalitas, transparansi, dan keadilan.
Karena organisasi sepak bola tidak boleh dibangun dengan menghilangkan hak orang-orang yang sebelumnya menjadi bagian dari proses organisasi itu sendiri.
PSSI KERINCI HARUS TEGAK DI ATAS ATURAN, BUKAN DI ATAS KEPENTINGAN.
- Penulis: Kepala Redaksi
