P3-TGAI di Ujung Pasir Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Warga Desak BWS Turun Tangan
- account_circle Kepala Redaksi
- calendar_month Sel, 8 Sep 2026
- visibility 167
- comment 0 komentar

Kipasnews.com.KERINCI —Pembangunan saluran irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Ujung Pasir mendadak menjadi sorotan tajam.
Proyek yang bersumber dari anggaran negara tersebut terindikasi dikerjakan secara asal-asalan dan terkesan mengejar penyelesaian fisik tanpa mengindahkan spesifikasi teknis yang disyaratkan.
Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan adanya penyimpangan signifikan pada dimensi konstruksi saluran. Ukuran lebar dan kedalaman saluran irigasi yang dibangun terpantau sangat minim, bahkan tidak mencapai 30 centimeter.
Kondisi konstruksi yang tidak memenuhi standar baku ini berdampak langsung pada terjadinya penyempitan alur (pembotolakan) aliran air yang menuju ke areal persawahan produktif milik warga setempat.
Alih-alih memfasilitasi pemerataan distribusi air bagi para petani, hasil pekerjaan konstruksi tersebut justru dinilai berpotensi kuat memicu hambatan debit air, terutama saat memasuki puncak musim tanam. Indikasi lemahnya pengawasan dari pihak terkait disinyalir menjadi pemicu utama rendahnya kualitas pengerjaan proyek di lapangan.
Merespons dugaan penyimpangan konstruksi tersebut, elemen masyarakat Desa Ujung Pasir secara tegas mendesak Pimpinan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk segera menerjunkan Tim Investigasi Independen ke lokasi.
Pihak balai diminta melakukan audit teknis secara menyeluruh terhadap fisik bangunan serta mengambil tindakan tegas sesuai regulasi hukum yang berlaku apabila terbukti terjadi pelanggaran teknis maupun penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek tersebut dan untuk menghentikan pencairan ke tahap selanjutnya.
media mengkonfirmasi pihak ketua kelompok tani ujung pasair Tatan selaku pelaksana menjelaskan , mengakui perkerjaan tersebut pekerjaan tersebut untuk membedakan irigasi dan jalan dan bahkan akan menutupi dengan cara coran saluran diatas diduga untuk menuitupi kesalahannya dan ditambahnya lagi itu hanya pekrjaan awal belum selsai jelasnya dimedia ini , itu dibuktikan denga balasan WhatsApp.
- Penulis: Kepala Redaksi
