Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Menjadi Kritikan & Sorotan Tajam, Proyek Tanggul Rp12,9 Miliar di Sungai Batang Merao

Menjadi Kritikan & Sorotan Tajam, Proyek Tanggul Rp12,9 Miliar di Sungai Batang Merao

  • account_circle Kepala Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Kipasnews.com.KERINCI – Proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci yang menelan anggaran jumbo sebesar Rp12,9 miliar kini menjadi sasaran kritik keras masyarakat. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi pengendalian banjir itu justru memunculkan kekecewaan dan kecurigaan publik karena diduga dikerjakan asal jadi dan jauh dari harapan masyarakat.

Di tengah besarnya dana yang dikucurkan pemerintah pusat melalui APBN, warga mempertanyakan kualitas pekerjaan di lapangan yang dinilai tidak mencerminkan proyek bernilai miliaran rupiah.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Provinsi Jambi melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera VI.

Proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp12.987.306.250 itu dikerjakan oleh PT Ponjen Mas dengan masa pelaksanaan selama 300 hari kalender di wilayah Kabupaten Kerinci.

Namun alih-alih membawa rasa aman bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun dihantui banjir Sungai Batang Merao, proyek tersebut justru memantik kemarahan warga.

Sejumlah masyarakat menilai pengerjaan proyek terkesan asal-asalan, tidak rapi, dan diduga minim pengawasan. Bahkan, warga mulai meragukan ketahanan tanggul jika sewaktu-waktu debit air sungai meningkat drastis saat musim penghujan.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, masyarakat jadi takut. Ini bukan proyek kecil. Anggarannya hampir Rp13 miliar, tapi hasilnya seperti pekerjaan yang dikerjakan sekadar selesai saja,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Kritik tajam terus bermunculan. Warga mempertanyakan ke mana sebenarnya anggaran miliaran rupiah tersebut digunakan jika kualitas pekerjaan di lapangan dinilai jauh dari ekspektasi.

“Jangan sampai uang rakyat habis, tapi hasil proyek malah rapuh. Ini menyangkut keselamatan warga di bantaran sungai. Kalau nanti tanggul rusak atau jebol, siapa yang mau bertanggung jawab?” kata warga lainnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan proyek. Mereka menduga pekerjaan berjalan tanpa kontrol ketat sehingga kualitas pekerjaan dinilai tidak maksimal.

“Kalau pengawasan benar-benar jalan, tidak mungkin masyarakat ramai mempertanyakan kualitas proyek seperti ini. Jangan sampai proyek besar hanya menjadi ladang menghabiskan anggaran negara,” tegas seorang tokoh masyarakat.

Kemarahan publik bukan tanpa alasan. Selama ini, banjir Sungai Batang Merao menjadi ancaman serius yang kerap merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Proyek tanggul tersebut awalnya diharapkan menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang bencana banjir.

Namun kini, harapan itu perlahan berubah menjadi kekhawatiran.

Warga bahkan meminta aparat penegak hukum turun langsung melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kualitas proyek tersebut agar tidak terjadi dugaan penyimpangan yang merugikan negara maupun masyarakat.

“Kalau proyek sebesar ini kualitasnya dipertanyakan masyarakat, aparat jangan tutup mata. Periksa pekerjaan di lapangan, cek materialnya, cek spesifikasinya. Jangan sampai nanti setelah rusak baru sibuk mencari alasan,” ujar warga dengan nada geram.

Masyarakat juga mendesak pemerintah pusat dan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI segera melakukan evaluasi total terhadap proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut.

“Jangan biarkan proyek miliaran rupiah berubah menjadi monumen pemborosan uang negara. Rakyat butuh tanggul yang kuat, bukan proyek yang hanya bagus di papan informasi,” sindir warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait sorotan tajam masyarakat terhadap proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut.

  • Penulis: Kepala Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KREASI Jambi Desak Kejagung Usut Dugaan KKN di Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi Kabupaten Sarolangun

    KREASI Jambi Desak Kejagung Usut Dugaan KKN di Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi Kabupaten Sarolangun

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.Jambi, 4 November 2025 —Koalisi Rakyat Anti Korupsi Jambi (KREASI – Jambi) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk segera mengusut dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Desakan tersebut disampaikan KREASI – Jambi setelah melakukan investigasi mendalam dan kajian atas hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) […]

  • Mahasiswa Rampungkan Pengabdian 40 Hari di Kecamatan Cibadak

    Mahasiswa Rampungkan Pengabdian 40 Hari di Kecamatan Cibadak

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Lebak| Rangkaian kegiatan Praktik Kerja Nyata (PKN) STAI KH. Abdul Kabier (STAIKHA) Tahun 2025 resmi ditutup setelah mahasiswa menyelesaikan pengabdian selama 40 hari di wilayah Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Acara penutupan sekaligus penarikan peserta PKN digelar di Aula Kantor Kecamatan Cibadak, Senin (29/12/2025). Penutupan PKN dilakukan secara resmi oleh Camat Cibadak, Yusup Atori, S.Pd., yang […]

  • Pimpinan & Anggota DPRD Hadiri Sosialisasi dan Koordinasi Pembangunan IPAM Rawang 50 Liter/Detik

    Pimpinan & Anggota DPRD Hadiri Sosialisasi dan Koordinasi Pembangunan IPAM Rawang 50 Liter/Detik

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kipasnews.comSUNGAI PENUH – Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos.,MM bersama Anggota DPRD Dapil II menghadiri Sosialisasi dan Koordinasi Rencana Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Rawang Kapasitas 50 Liter/Detik Tahun 2026, di Aula Kantor Walikota, Jumat (08/05). Pembangunan IPAM tersebut direncanakan pada 26 Mei 2026 mendatang yang berlokasi di belakang SMP Negeri 4 […]

  • Asisten III Wakili Bupati Konawe Utara Hadiri Musyawarah Cabang II DPC APBMI

    Asisten III Wakili Bupati Konawe Utara Hadiri Musyawarah Cabang II DPC APBMI

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    KONAWE UTARA,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Utara melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Drs. La Ondjo, M.Si sekaligus mewakili Bupati Konawe Utara H. Ikbar, SH., MH menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Konawe Utara, di Hotel Claro Kendari, Sabtu (29/11/2025). Acara […]

  • BWSS VI Jambi Diminta Turun Awasi PT WIKA di Kerinci Gunung Raya

    BWSS VI Jambi Diminta Turun Awasi PT WIKA di Kerinci Gunung Raya

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 486
    • 0Komentar

    KERINCI|Pelaksanaan proyek saluran air irigasi di kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci dilaksanakan PT WIKA dinilai masyarakat tidak sesuai titik telah di tentukan dan dinilai asal asalan. Sabtu (22/11/2025). Seperti halnya photo gambar di bahwa ini, penempatan titik kegiatan tidak sesuai dengan apa telah ditetapkan, malah tidak efesien dengan debit air. Sebab bangunan Irigasi (sesuai gambar […]

  • Dorong Kesejahteraan Nelayan, Bupati Monadi Bersama PT KMH Tebar Ikan Endemik di Danau Kerinci

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Bupati Monadi Bersama PT KMH Tebar Ikan Endemik di Danau Kerinci

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.KERINCI– Bupati Kerinci, Monadi, bersama dinas terkait melaksanakan kegiatan restocking atau penebaran kembali ikan endemik di Danau Kerinci, Rabu (11/2/2026). Kegiatan tersebut turut melibatkan PT KMH sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam menjaga kelestarian ekosistem danau. Penebaran ikan endemik ini dilakukan sebagai langkah konkret dalam upaya pelestarian sumber daya perikanan sekaligus […]

expand_less