Musda Golkar Sungai Penuh Diprediksi Panas, PK Lama dan PK Baru Berebut Hak Suara
- account_circle Kepala Redaksi
- calendar_month Kam, 20 Agu 2026
- visibility 210
- comment 0 komentar

Kipasnews.commSUNGAI PENUH – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Sungai Penuh diprediksi berlangsung panas. Persoalan kepengurusan Pimpinan Kecamatan (PK) menjadi salah satu titik krusial menjelang forum tersebut.
Persaingan mencuat antara PK lama yang berada di kubu Benny Wirsa dan PK baru yang disebut dibentuk kubu Hutri Randa. Kedua kelompok berpotensi sama-sama mengklaim memiliki legitimasi untuk hadir dalam Musda.
PK lama menyatakan tetap akan hadir dan mempertahankan haknya sebagai peserta. Mereka menilai keputusan pemberhentian kepengurusan sebelumnya tidak sah dan bertentangan dengan aturan organisasi.
Dedet Kurniawan, PK pondok Tinggi, Salah seorang pimpinan kecamatan dari kelompok lama meminta DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi mengambil alih persoalan tersebut. Menurut dia, Musda harus berlangsung dengan mekanisme yang sesuai AD/ART.
“Ini adalah pertaruhan Partai Golkar. Partai Golkar adalah partai besar dan tidak mudah melakukan pemecatan kader di setiap kecamatan,” ujar Dedet.
Ia juga meminta persoalan kepengurusan PK diselesaikan sebelum Musda. Menurutnya, kehadiran dua versi PK berpotensi memunculkan persoalan baru terkait legitimasi peserta dan hak suara.
Dalam AD/ART Partai Golkar, DPD Kabupaten/Kota memiliki kewenangan mengesahkan komposisi dan personalia Pimpinan Kecamatan. Namun, pemberhentian PK juga memiliki mekanisme tersendiri.
Aturan tersebut menyebut pemberhentian Pimpinan Kecamatan dilakukan DPD Kabupaten/Kota berdasarkan usul Pimpinan Kecamatan. Tata cara pemberhentian dan hak membela diri diatur lebih lanjut dalam peraturan organisasi.
Karena itu, persoalan PK lama dan PK baru diperkirakan menjadi salah satu agenda sensitif dalam Musda Golkar Sungai Penuh. Keputusan mengenai siapa yang diakui sebagai peserta dapat memengaruhi dinamika perebutan kepemimpinan.
PK lama mengklaim pemecatan mereka tidak sah dan menduga pembentukan PK baru dilakukan tanpa proses pleno. Namun, tudingan tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak yang bersengketa dan perlu dikonfirmasi kepada DPD II maupun DPD I Golkar.
Jika kedua kelompok sama-sama hadir, pimpinan sidang akan menghadapi tantangan menentukan legitimasi peserta berdasarkan dokumen organisasi yang berlaku. AD/ART Golkar menyebut peserta Musda Kabupaten/Kota mencakup unsur Pimpinan Kecamatan, sedangkan hak suara diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri.
Dengan demikian, Musda Golkar Sungai Penuh bukan hanya menjadi arena pemilihan kepemimpinan baru. Forum ini juga berpotensi menjadi ujian bagi soliditas internal partai sekaligus kepastian mekanisme organisasi.
1. Mengapa Musda Golkar Sungai Penuh diprediksi panas?
Persoalan utamanya berkaitan dengan legitimasi PK lama dan PK baru yang berpotensi sama-sama mengklaim hak menghadiri Musda.
2. Siapa yang dipersoalkan dalam konflik PK?
Kelompok lama disebut berada di kubu Beni Wirsa, sedangkan kelompok baru dikaitkan dengan kubu Hutri Randa.
3. Apakah PK lama otomatis memiliki hak suara?
Belum tentu. Hak suara peserta Musda mengikuti ketentuan organisasi dan peraturan yang berlaku. AD/ART menyatakan hak suara diatur dalam peraturan tersendiri.
4. Siapa yang berwenang mengesahkan PK?
AD/ART Partai Golkar memberikan kewenangan kepada DPD Kabupaten/Kota untuk mengesahkan komposisi dan personalia Pimpinan Kecamatan.
5. Apakah pemberhentian PK memiliki mekanisme khusus?
Ya. AD/ART mengatur kewenangan pemberhentian Pimpinan Kecamatan dan menyebut hak membela diri diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi.
6. Apa yang bisa terjadi jika PK lama dan PK baru sama-sama hadir?
Pimpinan Musda harus menentukan peserta yang sah berdasarkan dokumen kepengurusan dan aturan organisasi yang berlaku.
7. Apa dampaknya bagi Musda?
Persoalan tersebut dapat memengaruhi komposisi peserta, dinamika dukungan, dan proses pengambilan keputusan dalam Musda.
Meta description: Musda Golkar Sungai Penuh diprediksi panas. PK lama dan PK baru berpotensi berebut legitimasi, peserta, serta hak suara dalam Musda.
Frasa kunci utama: Musda Golkar Sungai Penuh
Keyword turunan: Musda Golkar 2026, Golkar Sungai Penuh, PK Golkar Sungai Penuh, Beni Wirsa, Hutri Randa, pimpinan kecamatan Golkar, hak suara Musda Golkar, konflik internal Golkar, DPD II Golkar Sungai Penuh, DPD I Golkar Jambi
5 pilihan judul:
1. Musda Golkar Sungai Penuh Diprediksi Panas, PK Lama dan PK Baru Berebut Hak Suara
2. Musda Golkar Sungai Penuh Memanas, PK Lama Klaim Masih Punya Hak Suara
3. PK Lama Tak Terima Dipecat, Musda Golkar Sungai Penuh Berpotensi Sengit
4. Beni Wirsa vs Hutri Randa, Perebutan PK Jadi Ujian Musda Golkar Sungai Penuh5. Musda Golkar Sungai Penuh di Ambang Panas, Siapa yang Berhak Hadir dan Memilih?
Tags: Golkar Sungai Penuh, Musda Golkar, Beni Wirsa, Hutri Randa, PK Golkar, Golkar Jambi, politik Sungai Penuh, Musda 2026
- Penulis: Kepala Redaksi
