Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » DUGAAN PUNGLI P3-TGAI KERINCI Rp61 JUTA PER PAKET? MUTU IRIGASI TERANCAM

DUGAAN PUNGLI P3-TGAI KERINCI Rp61 JUTA PER PAKET? MUTU IRIGASI TERANCAM

  • account_circle Kepala Redaksi
  • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
  • visibility 262
  • comment 0 komentar

Kipasnews.com.KERINCI — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kian meresahkan.

Pasalnya, dugaan pungli yang terjadi pada program P3-TGAI Kerinci–Sungai Penuh tahun 2026 kali ini dikhawatirkan mengancam mutu proyek secara signifikan.

Berdasarkan penelusuran pemberitaan sebelumnya, dugaan pungutan liar tersebut dilaporkan mencapai Rp61 juta per paket untuk total 99 paket pengerjaan yang tersebar di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Skandal ini pun disebut-sebut menyeret sejumlah nama penting, mulai dari Edi Purwanto (Anggota DPR RI selaku pemilik Pokir), Joni Ependi (oknum anggota DPRD Kabupaten Kerinci), hingga terendus adanya keterlibatan Edison selaku Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Kerinci.

Dampak Nyata bagi Petani dan Infrastruktur

Praktik culas ini dinilai tidak hanya mencederai tata kelola anggaran negara, tetapi juga membawa dampak destruktif bagi sektor pertanian. Berbagai konsekuensi negatif yang mengancam meliputi:

Penurunan Kualitas Fisik: Pungutan dalam jumlah besar memaksa kelompok penerima memutar otak, yang berpotensi memangkas volume atau mutu material agar anggaran konstruksi tetap mencukupi.

Kerusakan Dini: Saluran irigasi berisiko besar tidak sesuai spesifikasi teknis, memiliki umur konstruksi yang pendek, dan cepat mengalami kerusakan.

Ancaman Produktivitas Pertanian: Manfaat irigasi yang tidak maksimal otomatis menghambat kelancaran pasokan air ke lahan petani, yang pada akhirnya menurunkan produktivitas hasil panen dalam jangka panjang.

Desakan Penegakan Hukum yang Transparan

Publik kini menanti ketegasan dan keseriusan aparat penegak hukum (APH). Jika dugaan pungli ini terbukti benar, penindakan tegas mutlak dilakukan demi menjaga integritas keuangan negara. Sebaliknya, jika tuduhan tersebut tidak terbukti, hasil penyelidikan yang transparan tetap diperlukan agar tidak terjadi penghakiman sepihak di ruang publik.

Hingga berita ini diturunkan, Edi Purwanto (Anggota DPR RI selaku pemilik Pokir), Joni Ependi (Anggota DPRD Kabupaten Kerinci), hingga Edison (Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Kerinci) yang dituding terlibat dalam dugaan pungli P3-TGAI ini belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan tersebut. (Tim)

  • Penulis: Kepala Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mira Warga Kerinci Butuh Uluran Tangan Para Pendarma

    Mira Warga Kerinci Butuh Uluran Tangan Para Pendarma

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 394
    • 0Komentar

    KERINCI|Peran pemerintah dalam menangani ekonomi kesejahteraan, kesehatan, kenyamanan hingga kedaulatan rakyat wajib hukumnya dalam kitab Undangan Undang Dasar dan pecahan aturaan undang  undang Negara lainnya. Namun mirisnya, di salah satu Desa Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci, Jambi. Terkapar sosok insan manusia, tertatih Ratih menunggu uluran dan bantuan tangan pemerintah, sebab kemampuan tetangga, […]

  • DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ Walikota 2025

    DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ Walikota 2025

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – DPRD Kota Sungai Penuh menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2025, di Aula DPRD Kota Sungai Penuh, Senin (06/04). Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., MM, didampingi Wakil Ketua I DPRD Hardizal, […]

  • Jelang Idul Fitri, Harga Gas Elpigi 3 kg Capai Rp. 35.000

    Jelang Idul Fitri, Harga Gas Elpigi 3 kg Capai Rp. 35.000

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH -Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, masyarakat Kota Sungai Penuh mulai mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Kondisi ini bahkan sudah dirasakan warga sejak sekitar satu minggu terakhir, Selasa (10/3/2026). Kelangkaan gas melon tersebut berdampak pada lonjakan harga di tingkat pengecer. Jika pada […]

  • Wawako Azhar Buka Bimtek Ketahanan Pangan, Dukung Program Asta Cita

    Wawako Azhar Buka Bimtek Ketahanan Pangan, Dukung Program Asta Cita

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 432
    • 0Komentar

    JAMBI – Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan dalam rangka mendukung program Asta Cita menuju Indonesia Maju, yang berlangsung di Hotel Abadi, Jambi, Rabu (8/10). Bimtek tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi sektor pertanian dan ketahanan […]

  • KPHP Dinilai Tak Mampu Untuk Menindak Tegas Villa Bukit Tirai Embun

    KPHP Dinilai Tak Mampu Untuk Menindak Tegas Villa Bukit Tirai Embun

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.KERINCI – Beranda KPHP Dinilai Tak Berdaya Tindak Villa Bukit Tirai Embun, Meski Izin Tiga Kali Ditolak dan Sudah Ada Surat Peringatan Tidak Boleh Operasi dari Kemenhut KPHP Dinilai Tak Berdaya Tindak Villa Bukit Tirai Embun, Meski Izin Tiga Kali Ditolak dan Sudah Ada Surat Peringatan Tidak Boleh Operasi dari Kemenhut Redaksi Warta SatuMei 26, […]

  • TRAFIK LIGHT DI SUNGAI PENUH TIDAK MENYALA, PEMKOT TUTUP MATA?

    TRAFIK LIGHT DI SUNGAI PENUH TIDAK MENYALA, PEMKOT TUTUP MATA?

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – Keberadaan lampu lalu lintas (trafik light) di Kota Sungai Penuh yang tidak berfungsi kembali menjadi perhatian masyarakat. Fasilitas yang seharusnya berperan mengatur arus kendaraan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan itu terlihat tidak menyala, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan dari warga. Sejumlah pengguna jalan mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, terutama pada jam-jam sibuk ketika […]

expand_less