Dalih Kemanusiaan Mesin Pompa Air di Pinjamkan Untuk Penggilingan Padi
- account_circle Kepala Redaksi
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- visibility 411
- comment 0 komentar

Oplus_131072
KOTA SERANG| Diketahui Kelompok Mekar Serempak 4, mendapatkan bantuan traktor dan Pompa Air dengan ukuran 16 PK, menurut keterangan warga bahwa bantuan tersebut di alihkan ke luar wilayah Kota Serang,
Saat dikonfirmasi Ketua Kelompok Mekar Serempak 4 Sukri, mengatakan bahwa untuk bantuan traktor didapatnya pada tahun 2011, dari Aspirasi Dewan, sedangkan untuk bantuan Pompa Air dirinya tidak pernah mengajukan dan tidak pernah tau bantuan tersebut dari mana.
“Bantuan pompa air saya tidak tau dari mana, dan tidak pernah mengajukan untuk bantuan pompa air tersebut, setau saya itu buangan dari kelompok lain, saya tidak tau kelompok mana, yang mengajukan,” jelasnya kepada awak media
Lebih lanjut Sukri menjelaskan bahwa benar bantuan pompa air di pinjamkan dengan dalih rasa kemanusiaan terhadap temannya yang beralamat di Keramat Watu dan tidak ada yang namanya surat permohonan dari yang meminjam mesin tersebut.
“Mesinnya saya pinjamkan kepada teman saya, karena sesama manusia harus saling tolong menolong, makanya saya pinjamkan kepada teman saya, untuk penggilingan padi, di keramat watu,” jelas Sukri
“Sedangkan untuk bantuan traktor itu dibawa oleh supir saya, benar dia warga pabuaran desa cimaung dan buka anggota kelompok tani saya, karena anggota kelompok dan warga sekitar tidak ada yang bisa mengoperasikannya, akan tetapi traktor sudah ada dirumah sudah dikembalikan,” terang Sukri
Ditempat yang sama Ketua Kordinator Penyuluh (KORLUH) BPP Kecamatan Curug, Bina Mandiri Zen, menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah tau adanya bantuan yang diterima oleh kelompok Mekar Serempak 4,
“Untuk bantuan traktor dan pompa air yang diterima kelompok serempak 4, kami dari BPP tidak pernah tau karena kami masuk ke BPP kecamatan curug dari tahun 2020, bahkan saya baru beberapa bulan masuk ke sini,” terangnya
” Untuk lebih jelasnya silahkan ditanyakan kepada dinas pertanian saja karena kami tidak pernah menerima berkas apapun dari yang sebelumnya, mengenai bantuan yang dipinjamkan, secara aturan harus ada surat permohonan yang disampaikan oleh masing-masing kelompok yang meminjam, sesuai dengan peruntukannya, adapun yang disampaikan kelompok mesin tersebut di pinjamkan untuk penggilingan padi saya tidak tahu, ini baru tau sekarang,” tambahnya
Hal senada juga disampaikan oleh Edi Penyuluh pertanian bahwa dirinya menyarankan kepada pihak media untuk mempertanyakan kepada Ketua Korluh sebelumnya yang sudah pensiun atas nama Ibu entih,
” Untuk lebih jelasnya silahkan ditanyakan saja kepada Korluh sebelumnya, yang sudah pensiun kami tidak pernah tau bantuan tersebut berasal dari mana, dan tahun berapa diterima oleh kelompok tani serempak 4,” ungkapnya
Ditempat terpisah Jay Ketua LSM GP2AM mengecam keras atas adanya peristiwa tersebut, seolah-olah barang negara bisa di pinjamkan kepada orang lain yang bukan peruntukan nya, dirinya juga akan segera melaporkan hal tersebut kepada APH.
“kami akan melaporkan, dan terus mengawal permasalahan ini kepada APH, karena aneh juga kelompok tani menerima bantuan dari dinas, tapi tidak tau bantuan dari dinas mana karena alasan nya bantuan tersebut adalah bantuan buangan dari dinas, tidak pernah mengajukan Lalau ujuk ujuk turun bantuan, selain itu kami sangat menyayangkan dengan peristiwa tersebut kok seolah olah barang negara bisa dipinjamkan kepada orang lain yang bukan peruntukan nya.”
- Penulis: Kepala Redaksi
