Momen Hari Pahlawan ABM Bengkulu Gelar Aksi
- account_circle Kepala Redaksi
- calendar_month Rab, 12 Nov 2025
- visibility 417
- comment 0 komentar

Bengkulu|Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan, massa tergabung dalam Aliansi Bengkulu Mengingat menggelar aksi damai di Bundaran Simpang Lima Ratu Samban, Kota Bengkulu. Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari dengan tertib dan tanpa insiden berarti. (11/11/2025).
Berbeda dengan aksi-aksi pada umumnya, peserta aksi kali ini tidak membawa atribut organisasi maupun simbol kelembagaan.
Mereka hadir bukan atas nama institusi manapun, melainkan sebagai individu merasa terpanggil semangat Hari Pahlawan dan keprihatinan atas kondisi Bangsa hari ini.
Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk awal dari perlawanan, lahir dari kesadaran kolektif mahasiswa dan rakyat Bengkulu.
“Dalam aksi mimbar bebas ini, kurang lebih ada 12 isu kami jaring, baik regional maupun nasional. Diantaranya isu Bengkulu krisis BBM, Pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan, Reformasi Polri, KUHP Baru, hingga Represivitas Aparat pada Agustus 2025, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Dalam orasinya, peserta aksi juga menyampaikan refleksi mendalam tentang makna kemerdekaan sesungguhnya.
“Soekarno mengatakan bahwa kemerdekaan itu bukan sebuah tujuan, melainkan jembatan emas menuju masyarakat Republik Indonesia adil dan Makmur.
Maka dari itu sebagai bentuk perjuangan mari kita pastikan bahwa masyarakat Adil Makmur itu dapat terwujud dengan pemerintahan pro terhadap kepentingan Rakyat dan kita pastikan perjuangan dari pahlawan terdahulu tidak sia sia,” serunya.
Dalam pernyataan sikap Aliansi Bengkulu Mengingat (ABM) menegaskan bahwa aksi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gelombang perlawanan lebih luas.
Mereka menyatakan komitmen terus menyuarakan berbagai isu Kerakyatan muncul dari hasil konsolidasi di lapangan.
“Kami pastikan akan kembali turun ke jalan dengan eskalasi massa lebih besar. Ini bukan sekadar simbol peringatan Hari Pahlawan, tapi momentum awal bagi Rakyat Bengkulu untuk bersuara lebih keras terhadap ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi,” tegas salah satu juru bicara aliansi.
Aksi damai tersebut berlangsung tanpa benturan, ditutup dengan pembacaan refleksi perjuangan dan seruan agar semangat kepahlawanan tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan dalam perjuangan nyata untuk menegakkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Rs).
- Penulis: Kepala Redaksi
