Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh Disorot, Upah Pekerja Dipertanyakan?

Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh Disorot, Upah Pekerja Dipertanyakan?

  • account_circle Kepala Redaksi
  • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
  • visibility 257
  • comment 0 komentar

Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – Pembangunan Pasar Beringin Kota Sungai Penuh yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah kembali menjadi sorotan. Proyek dengan masa kontrak 300 hari sejak Oktober 2025 dan ditargetkan rampung Agustus 2026 itu disebut baru mencapai sekitar 60 persen.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan masih dalam tahap pengerjaan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran target penyelesaian kembali tidak tercapai, terlebih proyek diketahui telah mendapat perpanjangan waktu.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, bersama Emrizal, sejumlah anggota DPRD dan Pemerintah Kota Sungai Penuh melakukan sidak ke lokasi pada Senin (27/7/2026). Hardizal saat itu mengaku kecewa karena progres pekerjaan dinilai belum sesuai target.

Sorotan kembali disampaikan Ketua Harian LSM Petisi Sakti, Marjoni, setelah memantau proyek pada Minggu (9/8/2026). Ia menilai pekerjaan masih cukup banyak dan mempertanyakan kemampuan pelaksana menyelesaikan proyek dalam masa perpanjangan kontrak.

“Dengan kondisi seperti sekarang, kami mempertanyakan apakah proyek ini mampu selesai sesuai batas waktu yang diberikan,” ujar Marjoni.

Upah Pekerja Dikabarkan Tertunggak

Selain progres, Marjoni juga menyoroti informasi mengenai sejumlah pekerja bagian besi dan baja yang dikabarkan belum menerima upah sekitar satu setengah bulan.

Sejumlah pekerja asal Medan disebut memilih meninggalkan lokasi dan pulang ke kampung halaman. Marjoni meminta pihak pelaksana segera memberikan klarifikasi dan memastikan hak seluruh pekerja dipenuhi.

“Kalau benar ada pekerja yang sudah satu setengah bulan belum menerima gaji, ini persoalan serius. Hak pekerja harus dipenuhi,” tegasnya.

Material Proyek Turut Disorot

Marjoni juga meminta pemeriksaan terhadap material yang digunakan karena adanya dugaan ketidaksesuaian dengan spesifikasi kontrak.

“Anggarannya sangat besar dan bersumber dari APBN. Kualitas pekerjaan dan material harus sesuai spesifikasi. Jika ada dugaan ketidaksesuaian, harus diperiksa dan diuji secara menyeluruh,” katanya.

Ia meminta pemerintah dan instansi pengawas memperketat pengawasan, tidak hanya terhadap progres fisik, tetapi juga kualitas pekerjaan, material, penggunaan anggaran serta pemenuhan hak pekerja.

“Jangan hanya mengejar bangunan terlihat selesai. Semua aspek harus dipertanggungjawabkan karena ini menggunakan uang negara,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan terkait progres pekerjaan, perpanjangan kontrak, pembayaran upah pekerja maupun dugaan ketidaksesuaian material.

.

  • Penulis: Kepala Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanah Bergerak di Desa Padangjaya Cilacap, Puluhan Rumah Warga Terdampak

    Tanah Bergerak di Desa Padangjaya Cilacap, Puluhan Rumah Warga Terdampak

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 637
    • 0Komentar

    CILACAP – Bencana alam tanah bergerak terjadi di Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah warga terdampak. Pantauan wartawan di lapangan, peristiwa tanah bergerak tersebut terjadi di 2 Dusun yakni Dusun Jatiluhur RT 01 dan RT 02 RW 05, dan Dusun Jatimulya RT 02 RW 06. Menurut keterangan Ketua […]

  • Dalih Kemanusiaan Mesin Pompa Air di Pinjamkan Untuk Penggilingan Padi

    Dalih Kemanusiaan Mesin Pompa Air di Pinjamkan Untuk Penggilingan Padi

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 458
    • 0Komentar

    KOTA SERANG| Diketahui Kelompok Mekar Serempak 4, mendapatkan bantuan traktor dan Pompa Air dengan ukuran 16 PK, menurut keterangan warga bahwa bantuan tersebut di alihkan ke luar wilayah Kota Serang, Saat dikonfirmasi Ketua Kelompok Mekar Serempak 4 Sukri, mengatakan bahwa untuk bantuan traktor didapatnya pada tahun 2011, dari Aspirasi Dewan, sedangkan untuk bantuan Pompa Air […]

  • 8 Bulan Menunggu Hak, Pekerja Proyek Kabel RSUD MHAT Desak Kontraktor Bayar Upah

    8 Bulan Menunggu Hak, Pekerja Proyek Kabel RSUD MHAT Desak Kontraktor Bayar Upah

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH — Persoalan pembayaran upah tenaga kerja kembali menjadi sorotan. Seorang pekerja berinisial Y mengaku merasa dirugikan setelah sisa upahnya sekitar Rp10 juta belum juga dibayarkan hingga saat ini. Y merupakan salah satu pekerja pada kegiatan pemasangan kabel penerangan di RSUD Mayjen H. A. Thalib, Kota Sungai Penuh, yang dilaksanakan pada Desember 2025 dalam […]

  • MAPABA PMII Komisariat STIA Nusa Sungai Penuh ke-V Berjalan Sukses

    MAPABA PMII Komisariat STIA Nusa Sungai Penuh ke-V Berjalan Sukses

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    Sungai Penuh – Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STIA Nusa Sungai Penuh ke-V resmi dilaksanakan di Kampus 3 STIA NUSA, Koto Renah, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, pada Sabtu–Minggu, 25–26 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua STIA Nusa Sungai Penuh beserta jajaran, Ketua Umum dan Pengurus […]

  • Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan di Golkar Sungai Penuh Naik ke Tahap Gelar Perkara

    Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan di Golkar Sungai Penuh Naik ke Tahap Gelar Perkara

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAIPENUH – Dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen internal Partai Golkar Kota Sungai Penuh memasuki babak baru. Polres Kerinci telah melakukan gelar perkara terkait laporan yang menyeret Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sungai Penuh, Fikar Azami. Kasat Reskrim Polres Kerinci AKP Very Prasetyawan, S.H., M.H., membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan gelar perkara sebagai bagian […]

  • TRAFIK LIGHT DI SUNGAI PENUH TIDAK MENYALA, PEMKOT TUTUP MATA?

    TRAFIK LIGHT DI SUNGAI PENUH TIDAK MENYALA, PEMKOT TUTUP MATA?

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – Keberadaan lampu lalu lintas (trafik light) di Kota Sungai Penuh yang tidak berfungsi kembali menjadi perhatian masyarakat. Fasilitas yang seharusnya berperan mengatur arus kendaraan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan itu terlihat tidak menyala, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan dari warga. Sejumlah pengguna jalan mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, terutama pada jam-jam sibuk ketika […]

expand_less