Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » KPHP Dinilai Tak Mampu Untuk Menindak Tegas Villa Bukit Tirai Embun

KPHP Dinilai Tak Mampu Untuk Menindak Tegas Villa Bukit Tirai Embun

  • account_circle Kepala Redaksi
  • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
  • visibility 358
  • comment 0 komentar

Kipasnews.com.KERINCI – Beranda KPHP Dinilai Tak Berdaya Tindak Villa Bukit Tirai Embun, Meski Izin Tiga Kali Ditolak dan Sudah Ada Surat Peringatan Tidak Boleh Operasi dari Kemenhut

KPHP Dinilai Tak Berdaya Tindak Villa Bukit Tirai Embun, Meski Izin Tiga Kali Ditolak dan Sudah Ada Surat Peringatan Tidak Boleh Operasi dari Kemenhut

Redaksi Warta SatuMei 26, 2026

Kerinci, wartasatu.info – Keberadaan Villa Bukit Tirai Embun di Desa Danau Tinggi, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, kembali menjadi sorotan publik. Bangunan usaha yang disebut berada di kawasan hutan produksi itu hingga kini masih tetap beroperasi, meski pengajuan izin ke Kementerian Kehutanan telah tiga kali tidak memperoleh persetujuan.

Sorotan tajam kini mengarah kepada lemahnya pengawasan dan tindakan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Provinsi Jambi Wilayah Kerinci dan Sungai Penuh terhadap keberadaan villa tersebut.

Berdasarkan keterangan Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD KPHP Provinsi Jambi Wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, Lidya Puspita, S.Hut, lokasi Villa Bukit Tirai Embun memang berada di kawasan hutan produksi.

“Manajemen Villa Bukit Tirai Embun selama ini telah tiga kali mengajukan izin ke kementerian kehutanan, namun belum mendapatkan persetujuan,” ujar Lidya saat dikonfirmasi wartasatu.info.

Menurutnya, hingga saat ini belum terdapat dasar regulasi yang dapat menjadi landasan pemberian izin pembangunan villa atau usaha sejenis di kawasan hutan produksi.

“Secara aturan, sampai sekarang belum ada dasar pemberian izin untuk pembangunan villa di kawasan hutan produksi,” jelasnya.

Meski demikian, aktivitas usaha Villa Bukit Tirai Embun disebut masih terus berjalan hingga saat ini.

Informasi yang diperoleh wartasatu.info menyebutkan bahwa pada tahun 2024 pihak kehutanan telah memberikan surat peringatan agar villa tersebut tidak beroperasi. Namun hingga kini, aktivitas usaha di lokasi tersebut disebut masih tetap berlangsung.

Kondisi tersebut memunculkan penilaian di tengah masyarakat bahwa KPHP Wilayah Kerinci dan Sungai Penuh dinilai belum mampu mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan usaha di kawasan hutan produksi yang hingga kini belum memperoleh persetujuan dari Kementerian Kehutanan.

Publik mempertanyakan efektivitas pengawasan kawasan hutan produksi apabila bangunan usaha yang telah beberapa kali ditolak izinnya dan telah diberikan surat peringatan untuk tidak beroperasi masih tetap menjalankan aktivitas usaha.

Sebagian masyarakat bahkan mulai mendorong agar persoalan tersebut langsung diadukan ke Kementerian Kehutanan dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum) di tingkat pusat agar dilakukan pemeriksaan dan peninjauan lapangan.

Menurut warga, langkah tersebut dinilai penting agar persoalan keberadaan bangunan usaha di kawasan hutan produksi mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan tidak dianggap sebagai persoalan biasa di tingkat daerah.

“Masyarakat berharap kementerian turun langsung agar ada kepastian hukum dan pengawasan di bawah benar-benar berjalan,” ujar salah seorang warga.

Warga juga berharap langkah pemerintah pusat nantinya dapat memberikan kejelasan terkait keberadaan bangunan usaha di kawasan hutan produksi agar tidak menimbulkan kesan aturan hanya berlaku bagi masyarakat kecil.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah dan pihak kehutanan dapat mengambil langkah sesuai kewenangan masing-masing demi menjaga fungsi kawasan hutan produksi serta memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Karena itu, pengelolaan kawasan hutan diharapkan tetap mengedepankan kepentingan publik, kelestarian lingkungan, dan kepastian hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Villa Bukit Tirai Embun belum memberikan tanggapan resmi terkait masih beroperasinya villa tersebut meski disebut telah tiga kali tidak memperoleh persetujuan izin dan telah diberikan surat peringatan oleh pihak kehutanan.

  • Penulis: Kepala Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pupuk Subsidi Keluar Kerinci Terguling di Bedeng V

    Pupuk Subsidi Keluar Kerinci Terguling di Bedeng V

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Pupuk Subsidi Keluar Kerinci Terguling di Bedeng V   Kipasnesw.com.SUNGAI PENUH – Mafia pupuk subsidi di Kabupaten Kerinci – Sungai Penuh mulai menampakkan jati dirinya, sebelumnya hal ini masih tertutup rapi oleh pemain pupuk subsidi haram yang membuat para petani dua daerah sensara akibat pupuk langka dan harga melambung. Kamis (21/05/2026). Hal itu terungkap rabu […]

  • DPRD dan Pemkab Konsel Mantapkan Sinergi Hadapi Penyesuaian Fiskal RAPBD 2026

    DPRD dan Pemkab Konsel Mantapkan Sinergi Hadapi Penyesuaian Fiskal RAPBD 2026

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    KONAWE SELATAN|DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menunjukkan komitmen kuat menjaga stabilitas pembangunan daerah melalui Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, Kamis (27/11/2025). Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Konsel, Hamrin, S.Kom., M.A.P., menghadirkan pandangan fraksi yang disampaikan juru bicara Ahmad Muhaimin, S.Pd.I., S.KM., M.Pd. Suasana paripurna berlangsung hangat dan […]

  • Gemilang dan Penuh Kreativitas, Kader DWP Sungai Penuh Tampilkan Pesona Batik dan Lagu Daerah

    Gemilang dan Penuh Kreativitas, Kader DWP Sungai Penuh Tampilkan Pesona Batik dan Lagu Daerah

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, S.Sos.,MM dan Ketua PIAD Kota Sungai Penuh Ny. Are Nur Angreini, S.Pd.,M.Pd beserta para anggota menghadiri sekaligus menyaksikan penutupan kegiatan Parade Busana Batik Kreasi dan Lomba Lagu Daerah di Gedung Nasional, Sabtu (25/04). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Sungai Penuh tersebut berlangsung […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 666
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle ptmbi
    • visibility 1.366
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • eresmian Dapur MBG Yayasan Miftahul Falah Cibunyuh, Berdampak Positif Bagi Masyarakat Sekitar

    eresmian Dapur MBG Yayasan Miftahul Falah Cibunyuh, Berdampak Positif Bagi Masyarakat Sekitar

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SERANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah terbukti memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Selain meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak sekolah, lansia, dan ibu hamil, program ini juga mampu memberdayakan UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Seperti halnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Miftahul Falah Cibunyuh […]

expand_less