Sanggar Seni Melati Gelar Pergelaran “Ketuk dan Bunyi Harmoni Masa Depan Sike”, Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni Tradisi Kerinci
- account_circle Kepala Redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar

Kipasnews.com.KERINCI – Sanggar Seni Melati menggelar Pergelaran Karya Kreatif Inovatif bertajuk “Ketuk dan Bunyi Harmoni Masa Depan Sike” pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan seni tradisi Sike sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda.
Sanggar Seni Melati berada di bawah naungan program kebudayaan yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi pelaku seni dan generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
Pergelaran tersebut dihadiri oleh Bupati Kerinci atau yg mewakili, Forkopimda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Sekdis kesbangpol kabupaten kerinci, Camat Air Hangat Timur, para Kepala Desa dan Ketua BPD dari enam desa Kemantan, lembaga adat, tokoh masyarakat, pemuda-pemudi Kemantan, seniman dan budayawan, maestro, peserta, serta masyarakat dan penonton.
Sekitar 50 peserta yang terdiri dari generasi muda dan pelaku seni terlibat dalam kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan pendampingan dari Bapak Sutriatman selaku Maestro Sike, yang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta pemahaman mengenai seni tradisi Sike.
Sike merupakan salah satu seni tradisi masyarakat Kerinci yang memiliki karakter khas, terutama melalui bunyi dan syairnya yang melengking tinggi. Melalui pergelaran ini, Sike tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga diperkenalkan dalam bentuk karya kreatif dan inovatif yang melibatkan generasi muda.
Ketua Sanggar Seni Melati, Yosan Pelaudia, menyampaikan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga apa yang sudah ada, tetapi juga bagaimana generasi muda mau mengenal, mempelajari, mencintai, dan mengembangkan seni tradisi tersebut,” ujarnya.
Pergelaran “Ketuk dan Bunyi Harmoni Masa Depan Sike” menjadi salah satu ruang pertemuan antara generasi muda, seniman, maestro, tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keberadaan seni tradisi Sike sekaligus mendorong lahirnya kreativitas baru tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.
Dengan dukungan berbagai pihak dan keterlibatan generasi muda, Sanggar Seni Melati di bawah naungan program kebudayaan yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana berkomitmen untuk terus menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan seni tradisi Kerinci kepada generasi masa kini dan generasi yang akan datang.
- Penulis: Kepala Redaksi
