Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Menjadi Kritikan & Sorotan Tajam, Proyek Tanggul Rp12,9 Miliar di Sungai Batang Merao

Menjadi Kritikan & Sorotan Tajam, Proyek Tanggul Rp12,9 Miliar di Sungai Batang Merao

  • account_circle Kepala Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 296
  • comment 0 komentar

Kipasnews.com.KERINCI – Proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci yang menelan anggaran jumbo sebesar Rp12,9 miliar kini menjadi sasaran kritik keras masyarakat. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi pengendalian banjir itu justru memunculkan kekecewaan dan kecurigaan publik karena diduga dikerjakan asal jadi dan jauh dari harapan masyarakat.

Di tengah besarnya dana yang dikucurkan pemerintah pusat melalui APBN, warga mempertanyakan kualitas pekerjaan di lapangan yang dinilai tidak mencerminkan proyek bernilai miliaran rupiah.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Provinsi Jambi melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera VI.

Proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp12.987.306.250 itu dikerjakan oleh PT Ponjen Mas dengan masa pelaksanaan selama 300 hari kalender di wilayah Kabupaten Kerinci.

Namun alih-alih membawa rasa aman bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun dihantui banjir Sungai Batang Merao, proyek tersebut justru memantik kemarahan warga.

Sejumlah masyarakat menilai pengerjaan proyek terkesan asal-asalan, tidak rapi, dan diduga minim pengawasan. Bahkan, warga mulai meragukan ketahanan tanggul jika sewaktu-waktu debit air sungai meningkat drastis saat musim penghujan.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, masyarakat jadi takut. Ini bukan proyek kecil. Anggarannya hampir Rp13 miliar, tapi hasilnya seperti pekerjaan yang dikerjakan sekadar selesai saja,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Kritik tajam terus bermunculan. Warga mempertanyakan ke mana sebenarnya anggaran miliaran rupiah tersebut digunakan jika kualitas pekerjaan di lapangan dinilai jauh dari ekspektasi.

“Jangan sampai uang rakyat habis, tapi hasil proyek malah rapuh. Ini menyangkut keselamatan warga di bantaran sungai. Kalau nanti tanggul rusak atau jebol, siapa yang mau bertanggung jawab?” kata warga lainnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan proyek. Mereka menduga pekerjaan berjalan tanpa kontrol ketat sehingga kualitas pekerjaan dinilai tidak maksimal.

“Kalau pengawasan benar-benar jalan, tidak mungkin masyarakat ramai mempertanyakan kualitas proyek seperti ini. Jangan sampai proyek besar hanya menjadi ladang menghabiskan anggaran negara,” tegas seorang tokoh masyarakat.

Kemarahan publik bukan tanpa alasan. Selama ini, banjir Sungai Batang Merao menjadi ancaman serius yang kerap merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Proyek tanggul tersebut awalnya diharapkan menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang bencana banjir.

Namun kini, harapan itu perlahan berubah menjadi kekhawatiran.

Warga bahkan meminta aparat penegak hukum turun langsung melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kualitas proyek tersebut agar tidak terjadi dugaan penyimpangan yang merugikan negara maupun masyarakat.

“Kalau proyek sebesar ini kualitasnya dipertanyakan masyarakat, aparat jangan tutup mata. Periksa pekerjaan di lapangan, cek materialnya, cek spesifikasinya. Jangan sampai nanti setelah rusak baru sibuk mencari alasan,” ujar warga dengan nada geram.

Masyarakat juga mendesak pemerintah pusat dan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI segera melakukan evaluasi total terhadap proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut.

“Jangan biarkan proyek miliaran rupiah berubah menjadi monumen pemborosan uang negara. Rakyat butuh tanggul yang kuat, bukan proyek yang hanya bagus di papan informasi,” sindir warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait sorotan tajam masyarakat terhadap proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut.

  • Penulis: Kepala Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Gabungan, Komisi-Komisi Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan LKPJ 2025

    Rapat Gabungan, Komisi-Komisi Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan LKPJ 2025

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – DPRD Kota Sungai Penuh gelar rapat gabungan dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2025, Senin (20/04). Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Hardizal, S.Sos.,MH didampingi Wakil Ketua II Emrizal, S.Pt serta dihadiri oleh para anggota dewan, Tim Asistensi dan jajaran SKPD terkait. […]

  • Muscab DPC PKB OKU Muncul 7Calon Ketua

    Muscab DPC PKB OKU Muncul 7Calon Ketua

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.Baturaja – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten OKU resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPP PKB Purnama Dhedhy Setiawan Sabtu (18/4/2026) di The Zuri Hotel Baturaja. Hadir dalam Acara Muscab PKB ini Wakil Bupati OKU,Marjito Bahri,wakil ketua DPP PKB Purnama Dhedhy Setiawan, Wakil ketua DPW PKB Sumsel Aidil Bahari Pohan,Pengurus Partai Politik dan […]

  • Wakil Ketua I DPRD Hardizal Hadiri Upacara Peringatan Hardiknas 2026

    Wakil Ketua I DPRD Hardizal Hadiri Upacara Peringatan Hardiknas 2026

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kipasnews.con.SUNGAI PENUH – Wakil Ketua I DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, S.Sos., MH menghadiri Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Merdeka, Sabtu (02/05). Upacara tersebut dipimpin langsung Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH. Turut hadir Wakil Walikota Azhar Hamzah, Ketua Komisi I DPRD Dahkir Yahya, S.Pd.,MM, Forkopimda, Sekda, Bunda […]

  • Ada Apa Inspektorat Turun ke RSUD MHAT di Pertengahan Tahun 2026?

    Ada Apa Inspektorat Turun ke RSUD MHAT di Pertengahan Tahun 2026?

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – Beredar kabar bahwa Inspektorat Kota Sungai Penuh tengah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A. Thalib (MHAT). Informasi yang diterima media ini menyebutkan tim Inspektorat telah berada di rumah sakit tersebut selama tujuh hari dan masa pemeriksaan dikabarkan diperpanjang selama tiga hari lagi, sehingga total berlangsung selama sepuluh hari. […]

  • Komisi III DPRD Sungai Penuh Gelar RDP Bahas Kenaikan Tarif Travel

    Komisi III DPRD Sungai Penuh Gelar RDP Bahas Kenaikan Tarif Travel

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, DPP LSM Kompej, serta pimpinan perusahaan angkutan travel Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Rapat tersebut membahas kenaikan tarif travel yang menjadi perhatian masyarakat, Selasa (07/04). RDP dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, […]

  • Jelang Idul Fitri, Harga Gas Elpigi 3 kg Capai Rp. 35.000

    Jelang Idul Fitri, Harga Gas Elpigi 3 kg Capai Rp. 35.000

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH -Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, masyarakat Kota Sungai Penuh mulai mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Kondisi ini bahkan sudah dirasakan warga sejak sekitar satu minggu terakhir, Selasa (10/3/2026). Kelangkaan gas melon tersebut berdampak pada lonjakan harga di tingkat pengecer. Jika pada […]

expand_less