Breaking News
light_mode
Beranda » Sosok » Mira Warga Kerinci Butuh Uluran Tangan Para Pendarma

Mira Warga Kerinci Butuh Uluran Tangan Para Pendarma

  • account_circle Kepala Redaksi
  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
  • visibility 376
  • comment 0 komentar

KERINCI|Peran pemerintah dalam menangani ekonomi kesejahteraan, kesehatan, kenyamanan hingga kedaulatan rakyat wajib hukumnya dalam kitab Undangan Undang Dasar dan pecahan aturaan undang  undang Negara lainnya.

Namun mirisnya, di salah satu Desa Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci, Jambi.

Terkapar sosok insan manusia, tertatih Ratih menunggu uluran dan bantuan tangan pemerintah, sebab kemampuan tetangga, warga setempat, serta Pemerintah Desa tak mampu untuk memberikan sosial mereka terhadap warga yang dalam keadaan tak berdaya menghadapi kebutuhan ekonomi dan rongrongan penyakit di deritanya.

Namun mirisnya, pihak Pemerintah Kabupaten Kerinci, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos) serta Kebijakan Kepala Daerah belum tanpa terhadap warga Kabupaten Kerinci dalam masa perjuangan melawan penyakit paru paru yang tak kunjung sembuh.

Mira warga Desa Punai Merindu itu, saat ini terbaring lemah di Rumah Sakit Umum (RSU) MHA Thalib Sungai Penuh.

Kemampuan ekonomi untuk mendapatkan perawatan medis, membuat penyakit di deritanya makin akut, kesenjangan kasta membuat mira tidak mendapat pelayanan kesehatan bagaikan pejabat Negara dan pihak masyarat mampu.

Kediamannyapun, hanya lebih kurang 3 M x 5 M, dengan dinding papan tua peninggalan pendahulunya, lantainya pun hanya tanah, tempat dimana ia (Mira) memperjuangkan kebutuhan hidup dan penyakit di deritanya.

Mira, hidupnya kini bergantung alat bantu oksigen, badannya kurus, suaranya nyaris tak terdengar.

Namun di balik kelemahan itu, tanpa dimatanya masih menyimpan satu harapan untuk tetap mempertahankan hidupnya. keinginan untuk hidup merawat anaknya yang masih kecil.

Berbulan bulan, Mira menahan rasa sakit di rumah. Bukan karena tak ingin berobat, tetapi karena tak mampu.

Kondisi ekonomi keluarganya begitu memprihatinkan. Ia hidup bersama ayah yang telah buta total, sementara ibunya sudah meninggal dunia.

Anaknya yang masih kecil belum bisa berbuat apa-apa. Setiap hari mereka berjuang sekadar untuk bertahan hidup.

Mira dan keluarganya hidup dalam kemiskinan membatasi segalanya termasuk haknya untuk sehat.

Bahkan sebelum sakit, keluarga ini sudah dikenal warga sebagai salah satu keluarga yang paling membutuhkan perhatian di wilayah Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Kini, ketika Mira harus dirawat intensif, penderitaan itu seakan berlipat ganda.

Warga sekitar berusaha membantu sebisanya. Ada yang mengantarkan makanan, ada yang mengumpulkan sumbangan kecil.

Tapi mereka tahu, perjuangan Mira membutuhkan lebih dari sekadar belas kasihan. Ia membutuhkan uluran tangan dan harapan dari kita semua.

“Dia itu orangnya kuat sekali. Dulu meski sakit, tetap berusaha bantu ayahnya yang buta dan anaknya yang masih kecil,” ujar salah satu warga dengan mata berkaca-kaca, Sekarang kami hanya bisa berdoa, semoga ada yang peduli tambahnya.

Bagi para dermawan tergerak hatinya, bantuan dapat disalurkan langsung ke rumah keluarga Mira di Desa Punai Merindu, atau melalui rekening:
BSI 3347802180 a.n. Agusmita Ahmad

Setiap rupiah, setiap doa, setiap perhatian sekecil apa pun — sangat berarti bagi Mira. Bantuanmu bisa menjadi napas baru untuknya, bisa menjadi kesempatan kedua bagi seorang ibu yang tengah berjuang antara hidup dan mati.

Mari kita jadi alasan Mira untuk tetap berjuang. Karena di balik rumah itu, ada cinta seorang ibu yang tak pernah padam — dan harapan kecil yang menanti untuk kembali tersenyum.

  • Penulis: Kepala Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Pemkab Kerinci Tutup Mata Terkait Perizinan Villa Bukit Tirai Embun di Kawasan Hutan Produksi

    Diduga Pemkab Kerinci Tutup Mata Terkait Perizinan Villa Bukit Tirai Embun di Kawasan Hutan Produksi

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.KERINCI – Polemik keberadaan Villa Bukit Tirai Embun di Desa Danau Tinggi, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, terus menjadi perhatian publik. Selain persoalan legalitas kehutanan, masyarakat kini juga menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten Kerinci terkait keberadaan bangunan usaha yang disebut berada di kawasan hutan produksi tersebut. Berdasarkan keterangan Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Kesatuan Pengelolaan […]

  • Dalih Kemanusiaan Mesin Pompa Air di Pinjamkan Untuk Penggilingan Padi

    Dalih Kemanusiaan Mesin Pompa Air di Pinjamkan Untuk Penggilingan Padi

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 441
    • 0Komentar

    KOTA SERANG| Diketahui Kelompok Mekar Serempak 4, mendapatkan bantuan traktor dan Pompa Air dengan ukuran 16 PK, menurut keterangan warga bahwa bantuan tersebut di alihkan ke luar wilayah Kota Serang, Saat dikonfirmasi Ketua Kelompok Mekar Serempak 4 Sukri, mengatakan bahwa untuk bantuan traktor didapatnya pada tahun 2011, dari Aspirasi Dewan, sedangkan untuk bantuan Pompa Air […]

  • Rapat Paripurna II, Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

    Rapat Paripurna II, Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – DPRD Kota Sungai Penuh melaksanakan Rapat Paripurna II Masa Persidangan III dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (29/06). Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD, Hutri Randa, S.Sos., MM didampingi unsur pimpinan DPRD. Kegiatan turut dihadiri Wakil Walikota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Forkopimda, […]

  • HAK ANGKET DPRD BUKAN SEKADAR ANCAMAN, TETAPI UJIAN KESERIUSAN MEMBELA RAKYAT

    HAK ANGKET DPRD BUKAN SEKADAR ANCAMAN, TETAPI UJIAN KESERIUSAN MEMBELA RAKYAT

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.KERINCI – Ketika suara rakyat berulang kali disampaikan melalui aksi damai namun belum juga mendapat penyelesaian, maka lembaga perwakilan rakyat dituntut menjalankan fungsi pengawasannya secara nyata, bukan hanya mendengar lalu diam. Pernyataan DPRD Kabupaten Kerinci yang siap menggunakan Hak Angket apabila Pemerintah Kabupaten Kerinci tidak menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Semerah dalam waktu satu bulan patut […]

  • Nama RSUD Ditambah “JUARA”, Pengelola Dinilai Keliru & Tak Menghargai Sejarah Pendirian Rumah Sakit

    Nama RSUD Ditambah “JUARA”, Pengelola Dinilai Keliru & Tak Menghargai Sejarah Pendirian Rumah Sakit

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – Munculnya tulisan “RSUD Mayjen H.A. Thalib JUARA” dalam materi publikasi rumah sakit menuai sorotan. Sejumlah kalangan menilai penambahan kata “JUARA” pada nama RSUD Mayjen H.A. Thalib merupakan langkah yang keliru karena berpotensi mengaburkan identitas resmi rumah sakit sekaligus mengesankan adanya pencampuran antara institusi pelayanan publik dengan jargon politik kepala daerah. RSUD tersebut […]

  • Disperindag Sungai Penuh Disorot, Petugas Tarik Retribusi di Lokasi Dilarang Berjualan

    Disperindag Sungai Penuh Disorot, Petugas Tarik Retribusi di Lokasi Dilarang Berjualan

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle Kepala Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Kipasnews.com.SUNGAI PENUH – Upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan M. Yamin kembali menjadi sorotan. Di tengah kebijakan yang melarang aktivitas berdagang di ruas jalan tersebut dan mendorong pedagang pindah ke Pasar Induk Tanjung Bajure, muncul dugaan adanya pemungutan retribusi terhadap pedagang yang […]

expand_less