Mira Warga Kerinci Butuh Uluran Tangan Para Pendarma
- account_circle Kepala Redaksi
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025
- visibility 332
- comment 0 komentar

KERINCI|Peran pemerintah dalam menangani ekonomi kesejahteraan, kesehatan, kenyamanan hingga kedaulatan rakyat wajib hukumnya dalam kitab Undangan Undang Dasar dan pecahan aturaan undang undang Negara lainnya.
Namun mirisnya, di salah satu Desa Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci, Jambi.
Terkapar sosok insan manusia, tertatih Ratih menunggu uluran dan bantuan tangan pemerintah, sebab kemampuan tetangga, warga setempat, serta Pemerintah Desa tak mampu untuk memberikan sosial mereka terhadap warga yang dalam keadaan tak berdaya menghadapi kebutuhan ekonomi dan rongrongan penyakit di deritanya.
Namun mirisnya, pihak Pemerintah Kabupaten Kerinci, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos) serta Kebijakan Kepala Daerah belum tanpa terhadap warga Kabupaten Kerinci dalam masa perjuangan melawan penyakit paru paru yang tak kunjung sembuh.
Mira warga Desa Punai Merindu itu, saat ini terbaring lemah di Rumah Sakit Umum (RSU) MHA Thalib Sungai Penuh.
Kemampuan ekonomi untuk mendapatkan perawatan medis, membuat penyakit di deritanya makin akut, kesenjangan kasta membuat mira tidak mendapat pelayanan kesehatan bagaikan pejabat Negara dan pihak masyarat mampu.
Kediamannyapun, hanya lebih kurang 3 M x 5 M, dengan dinding papan tua peninggalan pendahulunya, lantainya pun hanya tanah, tempat dimana ia (Mira) memperjuangkan kebutuhan hidup dan penyakit di deritanya.
Mira, hidupnya kini bergantung alat bantu oksigen, badannya kurus, suaranya nyaris tak terdengar.
Namun di balik kelemahan itu, tanpa dimatanya masih menyimpan satu harapan untuk tetap mempertahankan hidupnya. keinginan untuk hidup merawat anaknya yang masih kecil.
Berbulan bulan, Mira menahan rasa sakit di rumah. Bukan karena tak ingin berobat, tetapi karena tak mampu.
Kondisi ekonomi keluarganya begitu memprihatinkan. Ia hidup bersama ayah yang telah buta total, sementara ibunya sudah meninggal dunia.
Anaknya yang masih kecil belum bisa berbuat apa-apa. Setiap hari mereka berjuang sekadar untuk bertahan hidup.
Mira dan keluarganya hidup dalam kemiskinan membatasi segalanya termasuk haknya untuk sehat.
Bahkan sebelum sakit, keluarga ini sudah dikenal warga sebagai salah satu keluarga yang paling membutuhkan perhatian di wilayah Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Kini, ketika Mira harus dirawat intensif, penderitaan itu seakan berlipat ganda.
Warga sekitar berusaha membantu sebisanya. Ada yang mengantarkan makanan, ada yang mengumpulkan sumbangan kecil.
Tapi mereka tahu, perjuangan Mira membutuhkan lebih dari sekadar belas kasihan. Ia membutuhkan uluran tangan dan harapan dari kita semua.
“Dia itu orangnya kuat sekali. Dulu meski sakit, tetap berusaha bantu ayahnya yang buta dan anaknya yang masih kecil,” ujar salah satu warga dengan mata berkaca-kaca, Sekarang kami hanya bisa berdoa, semoga ada yang peduli tambahnya.
Bagi para dermawan tergerak hatinya, bantuan dapat disalurkan langsung ke rumah keluarga Mira di Desa Punai Merindu, atau melalui rekening:
BSI 3347802180 a.n. Agusmita Ahmad
Setiap rupiah, setiap doa, setiap perhatian sekecil apa pun — sangat berarti bagi Mira. Bantuanmu bisa menjadi napas baru untuknya, bisa menjadi kesempatan kedua bagi seorang ibu yang tengah berjuang antara hidup dan mati.
Mari kita jadi alasan Mira untuk tetap berjuang. Karena di balik rumah itu, ada cinta seorang ibu yang tak pernah padam — dan harapan kecil yang menanti untuk kembali tersenyum.
- Penulis: Kepala Redaksi
